Hari Anti Korupsi 9 Desember: Apakah kita koruptor?


Tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 9 Desember merupakan hari anti korupsi sedunia. Mungkin kalau di Indonesia tidak banyak yang peduli atau pura-pura tidak tahu.

Bekerja dengan banyak orang terutama pemerintahan, membuat saya juga banyak mendenger banyak praktek korupsi dilakukan. Untungnya saya bekerja di lembaga yang justru mengadvokasi good and clean governance. Ada banyak cara korupsi yang dilakukan, mulai dari me-markup harga pengadaan barang dan jasa, memanipulasi waktu perjalanan dinas, mengatur pemenangan tender, sampai pada menggunakan uang kantor membeli aset yang ternyata tidak dibutuhkan oleh kantor dan justru dibawa pulang. Ribuan jenis korupsi, pasti sudah tahu juga modus yang dipakai gayus cs. Herannya mengapa banyak yang gemar sekali korupsi.

Teman-nya teman yang koruptor bilang kalau ngak korupsi gaji mana cukup. Herannya kok mau kerja tapi gaji ngak cukup, kan bisa keluar dan kerja di tempat lain yang membayar lebih. Atau misalnya membuat wirausaha, karena di list 40 org terkaya di Indonesiapun ngak ada yang pegawai negeri🙂

Beberapa bulan lalu saya tahu ada banyak seleksi untuk pegawai negeri, anehnya peminatnya masih banyak. Kok yach mau kalau sebagian pegawai negeri yang ada mengeluh gaji kurang.

Bicara korupsi bukan bicara pegawai saja, tapi mental korupsi juga muncul di sektor private. Banyak mitra swasta yang justru jadi pemberi uang untuk korupsi. Misalnya perusahaan yang menaikkan pajaknya, kebanyakan memberi peluang korupsi buat orang perpajakan. Konsultan pengadaan barang memberi uang buat dikorupsi bagi pegawai pengadaan. Bahkan juga konsultan jasa bermain dengan tender bersama untuk mendapatkan pekerjaan. Oh no…

Ngobrol ngalor ngidul soal korupsi membuat kita berpikir ada apa?.

Saya yakin banyak koruptor yang kecilnya juga tidak diajarkan mencuri, tapi kok jadi koruptor?

Banyak koruptur yang merasa tidak mencuri, misalnya ada yang punya perjalanan dinas 6 hari kemudian 3 hari sudah pulang tapi merasa bahwa jatah 3 tidak bekerja sebagai bonus sebagai hak. Ada yang bilang karena biaya perjalanan dinasnya terlalu kecil. Pembenaran selalu keluar dari para pencuri-pencuri model seperti ini.

Ada yang me-mark-up karena sayang anak istri, bahkan ada hakim yang meminta suap untuk membelikan mobil jazz buat anaknya… wow sayang anak-istri-saudara mungkin alasan paling banyak koruptor. Sayang anak dengan memberi makan dari uang mencuri, sayang istri dengan memberi uang korupsi… Pembenaran model ini seakan-akan mulia, tapi pencuri tetap  pencuri.

Pembenaran lain yang lebih lucu adalah karena faktor lingkungan, karena seluruh lembaga/intansi dipenuhi para koruptor karna tidak menjadi koruptor membuat   jadi dimusuhi dan dikucilkan serta terhambat karirnya. Pembenaran yang lain.

Mengapa terlalu banyak pembenaran  dalam melakukan korupsi? Padahal korupsi apapun alasannya adalah mencuri, mencuri hak orang lain, para  koruptor di pemerintahan mencuri kesejahteraan rakyat, para koruptor di swasta mencuri kesejahteraan karyawan lain, para koruptor di legislative mencuri hak rakyat, dll.

Apakah saya pernah korupsi?

Mungkin pernah dan pastinya jika itu korupsi saya menyesalinya, saya pernah mungkin korupsi kertas dan tinta dari kantor waktu kerja di perusahaan tambang. Kertas dan tinta saya gunakan untuk print-out buku-buku geologi dan pertambangan. Waktu itu tahun 90-an akhir, saya print dengan printer laser jet color yang harganya masih sangat mahal, cuma perusahaan besar yang mampu menyediakan printer laser color. Meskipun akhirnya buku-buku itu jadi bahan bacaan yang membantu pekerjaan saya, tetap saya korupsi karena saya menggunakannya tanpa saya koordinasikan dengan supervisor saya. Terakhir buku-buku tidak pernah saya bawa pulang dan  jadi koleksi kantor itu.

Saya pernah juga korupsi bill telepon waktu kerja di organisasi yang lama, long distance relationship membuat saya korupsi telepon kantor untuk pacaran. Jelas-jelas regulasinya adalah telepon kantor hanya untuk keperluan kantor, ketika adminnya bingung dan cek ke Telkom dan melihat ada beberapa  koneksi ke nomor mobile yang sama bahkan jam 7 malam. Dia mendatangi saya dan langsung bilang kalau ini saya yang pakai karena yang paling sering kerja sampe malam cuma saya aja (beneran kerja kok ngak FB-an belum ada FB saat itu) ? Saya mengaku saja dan semua bill dengan nomor tujuan itu saya harus lunasi.

Hal yang paling kecilpun harusnya kita aware sebagai tindakan korupsi , mengambil ATK (kertas, ballpoint)  dari kantor misalnya itu untuk keperluan lain apalagi ballpointnya buat anak sekolah adalah korupsi. Memakai fasilitas kantor diluar pekerjaan tanpa autorisasi juga korupsi. Bolos dari kantor dan mengabaikan 40 jam kerja perminggu juga korupsi waktu (itu makaya saya ngak korupsi ketika nulis blog ini, karena saya mau kerja sampe jam 7 malam ini).

Semoga semakin banyak orang yang tidak korupsi, karena KORUPSI adalah MENCURI.

About Musnanda

GIS Specialist, Regional Planner and Knowledge Manager
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Hari Anti Korupsi 9 Desember: Apakah kita koruptor?

    • Musnanda says:

      Awe… kalau mau masukkan tulisan saya ke terbitan kampus silahkan aja…
      Tapi pastinya bukan yang soal korupsi ini…. :))
      Ini mah isinya curhat..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s