Pengaruh Perkebunan Sawit terhadap Fungsi Ekosistem


Sebuah studi yang dilakukan oleh Dislich, et all (2016) dengan judul “Review of the ecosystem functions in oil palm plantations, using forests as a reference system” menampilkan mengenai dampak oil palm terhadap fungsi ekosistem.

Secara detail hasil studi dapat dilihat di: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/brv.12295/full

brv12295-fig-0002_10-1111%2fbrv-12295

Terdapat 14 fungsi ekosistem menggunakan kategori de Groot (2010), dimana terdapat 11 fungsi ekosistem yang mendapatkan dampak negatif. Secara general bisa dilihat dalam gambar di atas.

Salah satu aspek paling berpengaruh adalah bagaimana sektor inimengubah fungsi hutan primer dan sekunder yang menyebabkan kehilangan banyak sekali fungsi ekosistem didalamnya. Salah satu higlight penting lainnya adalah sebagai monokultur maka pengaruh yang besar atas suatu siklus biologi.

 

 

Dampak Sawit Terhadap Biodiversity


peta status tata ruang
Sawit di Kalimantan Timur

Ada banyak studi yang dilakukan untuk menghitung dampak-dampak pembangunan perkebunan dan industri sawit. Tetapi dari banyak studi yang dilakukan dampak tersebut dapat disimpulkan secara general adalah akibat dari alih fungsi lahan yang tidak dilakukan dengan melakukan analisis yang cukup.

Ada beberapa pertanyaan kunci yang menarik untuk dibahas seperti:

  1. Seberapa luas areal yang akan dikonversi menjadi oil palm di satu wilayah?
  2. Apa keuntungan dan dampak dilakukan sebelum kegiatan expansi dilakukan?

Oil palm merupakan kegiatan perkebunan yang paling cepat expansinya di dunia (Fitzherbert, 2008), dimana Indonesia dan Malaysia merupakan 2 negara dengan expansi terbesar. Kegiatan ini memberikan dampak seperti:

  • Kehilangan habitat
  • Fragmentasi habitat
  • Dampak  monokultur terhadap erubahan mikro klimat dan siklus biologi
  • Dampak polusi

Dampak terhadap biodiversity akibat perubahan alih fungsi lahan, terutama lahan hutan menjadi kawasan perkebunan. Ada beberapa  pertanyaan menarik terkait dengan dampak ini:

  1. Bagaimana dampak secara detail bisa kaji dengan studi biodiversitas yang lebih detail?
  2. Bagaimana nilai kekayaan biodiversity diukur sebelum lahan dikonversi?
  3. Apakah kajian HCV cukup efektif dalam mengurangi dampak?

Apa yang menjadi kerugian bagi negara seperti Indonesia?

Salah satu hal paling penting bagi Indonesia adalah kenyataan bahwa ada banyak studi yang belum dilakukan dalam penilaian biodiversity kawasan hutan.Kekayaan biodversity di kawasan hutan sebenarnya tidak tergantikan (Gibson,2011).

Kerugian terbesar bagi hutan tropis antara lain bahwa ada banyak kekayaan biodiversity yang hilang sebelum sempat dikaji lebih detail. Kekayaan biodversity dikaitkan dengan peran species tertentu sebagai bahan baku obat, peran bidoversity sebagai sumber makanan alternatif, dan nilai lainnya.