Photography: Labuhan Bajo


Travel to Nusa Tenggara Timur Indonesia was very interesting, so many beautiful place to see.

Labuhan Bajo one of interesting place as gate to Komodo Island.

Stunning seascape.

 Image

Sunset at Labuhan  Bajo

Image

Port at night create a magnificent scene.

Image

Reflection of sun with some ships

Image

Enjoy the photos

 

Apa sih Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) itu?


KLHS Training oleh USAID IFACS

Aspek lingkungan dalam penataan wilayah memang sangat penting, meskipun peraturan penataan ruang telah memasukkan unsur-unsur pengelolaan lingkungan dalam aturan dan petunjuk pelaksanaan penataan ruang tetapi belum mampu diaplikasikan mengingat beragamnya kondisi yang ada di setiap wilayah Indonesia.  Wilayah pantai, rawa, dataran rendah, perukitan dan  wilayah pegunungan akan memiliki cara berbeda dalam rangka melakukan upaya penyelamatan lingkungan menuju pembangunan yang lestari. Wilayah hutan alami, hutan sekunder, savanah dan wilayah karst akan juga berbeda perencanaan ruangnya. Perbedaan ini hanya bisa dilakukan dengan melakukan perencanaan ruang dengan mengaplikasikan KLHS.

Ambil contoh mengenai aturan sebelumnya yang melarang aktifitas disepanjang wilayah sungai. Padahal ratusan tahun masyarakat di wilayah Indonesia baik di barat maupun timur hidup di pinggiran sungai dengan berbagai alasan yang relevan dengan kondisi masyarakat itu sendiri.

Highlight tentunya tetap pada kapasitas perencanaan di daerah, ketika penerapan tata ruang di kabupaten belum lagi merata kapasitasnya, UU no 32 2009 mengenai pengelolaan lingkungan hidup mengamanatkan penerapan Kajian Lingkungan Hidup Strategis / KLHS.  Ini menjadi tambahan tugas  baru buat daerah yang harus difollow up dengan beberapa kegiatan.

Apa payung Hukum Pelaksanaan KLH?

Yang menjadi payung hukum pelaksaan KLHS adalah UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pasal 15 khususnya mewajibkan pelaksanaan KLHS:

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.

Kemudian secara detail terdapat Permen LH no 9 tahun 2011 mengenai Pedoman KLHS. Permen ini menjadi pedoman dalam penyusunan KLHS, meskipun secara detail masih harus diperjelas lagi mengenai aspek-aspek teknis dan metode dalam penyusunan KLHS.

Apa itu KLHS?

Sadler dan Verheem (1996):

”KLHS adalah proses sistematis untuk mengevaluasi  konsekuensi lingkungan hidup dari suatu usulan kebijakan, rencana, atau program sebagai upaya untuk menjamin bahwa konsekuensi dimaksud telah dipertimbangkan dan dimasukan sedini mungkin dalam proses pengambilan keputusan paralel dengan pertimbangan sosial dan ekonomi”

Therievel et al (1992):

”KLHS adalah proses yang komprehensif, sistematis dan formal untuk mengevaluasi efek lingkungan dari kebijakan, rencana, atau program berikut alternatifnya, termasuk penyusunan dokumen yang memuat temuan evaluasi tersebut dan menggunakan temuan tersebut untuk menghasilkan pengambilan keputusan yang memiliki akuntabilitas publik”.

Mengapa perlu KLHS?

Ada banyak alasan menjadi menjadi penting, diataranya:

  • Meningkatkan manfaat pembangunan.
  • Rencana dan implementasi pembangunan lebih terjamin keberlanjutannya.
  • Mengurangi kemungkinan kekeliruan dalam membuat prakiraan/prediksi pada awal proses perencanaan kebijakan, rencana, atau program pembangunan.
  • Dampak negatif lingkungan di tingkat proyek pembangunan semakin efektif diatasi atau dicegah karena pertimbangan lingkungan telah dikaji sejak tahap formulasi kebijakan, rencana, atau program pembangunan.

Dalam memberikan penjelasan mengenai KLHS ada banyak pihak yang masih sulit membedakan antara KLHS dengan AMDAL. Tabel berikut ini akan memberikan gambaran mengenai perbedaan tersebut.

Atribut AMDAL KLHS
Posisi Akhir siklus pengambilan keputusan Hulu siklus pengambilan keputusan
Pendekatan Cenderung bersifat reaktif Cenderung pro-aktif
Fokus analisis Identifikasi, prakiraan & evaluasi dampak lingkungan Evaluasi implikasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
Dampak kumulatif Amat terbatas Peringatan dini atas adanya dampak kumulatif
Titik berat telaahan Mengendalikan dan meminimumkan dampak negatif Memelihara keseimbangan alam, pembangunan berkelanjutan
Alternatif Alternatif terbatas jumlahnya Banyak alternatif
Kedalaman Sempit, dalam dan rinci Luas dan tidak rinci sebagai landasan untuk mengarahkan visi & kerangka umum
Deskripsi proses Proses dideskripsikan dgn jelas, mempunyai awal dan akhir Proses multi-pihak, tumpang tindih komponen, KRP merupakan proses iteratif & kontinyu
Fokus pengendalian dampak Menangani simptom kerusakan lingkungan Fokus pada agenda pembangunan berkelanjutan, terutama ditujukan utk menelaah agenda keberlanjutan,

Bring Your Knowledge to Rural Area


I just posted vacant position in one of mailing list and expected applicants to work in rural area. Years working in rural areas, I am aware that so many people had no interest to work in rural and remote areas and tend to work in urban or city.

As country with many provinces, Indonesian job seeker dominated more people with willingness to urban areas and semi urban areas where more of opportunities and development activities conducted. But in reality mostly rural areas need more better human resources.

What can we say, even government could not settle gap between rural and urban areas, for example in basic infrastructure where urban areas had better infrastructure then rural. It is need to develop strategy that basic infrastructure like a decent housing, sanitation, electricity, water, communication and transportation in rural ares as good as rural.

Development planning need to be more clearly define to make sure that whether urban and rural have a same quality of basic services.

Bringing knowledge to rural areas will be important to make sure that rural area will develop as good as urban. The different will be only in life style and environment but prosperity will be the same.

 

Happy New Year 1433 H


Happy Islamic New Year 1433 H.

Happy anniversary for us, at the same date I celebrate my sixth year of my marriage.

Selamat tahun baru 1433 H. Agak istimewa tahun ini karena sama anniversary pernikahan gue yang ke-enam. Seperti halnya tahun baru ada baiknya berpikir kebelakang buat menarik bahan pembelajaran  dari apa yang sudah dijalani setahun belakangan dan mencoba mensarikannya buat menjadi panduan menjalani hari ini dan hari kedepannya sampai tahun depan.

Tahun lalu ada banyak pelajaran yang diambil, salah satunya adalah pembelajaran bahwa lepas dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain bukanlah sebuah bencana karena jeda waktu 5 bulan memberi waktu banyak untuk dekat dengan keluarga dan membentuk jaringan baru  serta memberikan pengalaman baru.

Tahun lalu juga memberikan pelajaran berharga bahwa keluarga merupakan hal yang sangat penting dan menjadi tumpuan ketika kita dalam kesulitan. When I have no permanent job, family will support whatever condition you may have. Thanks to my family for all good things and lesson learned last year.

Pembelajaran lain yang juga penting adalah bahwa gue dituntut buat lebih cermat melihat kemampuan yang kita miliki. Bahwa pekerjaan yang kita ambil misalnya harus benar-benar sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Bertahun-tahun bekerja dengan akar geografi bukan lagi satu-satunya hal terbaik yang gue bisa, tapi 3 tahun mengerjakan pekerjaan terkait poverty, knowledge dan yang terpenting adalah project management sebenarnya memberikan pengetahuan luar biasa. Pengetahuan ini sebenarnya mengakar dalam pola pikir dan membuat sadar bahwa banyak hal yang bisa dilakukan selain dari apa yang kita anggap sebagai kemampuan utama kita. Bahwa kemampuan ini mengharuskan kita bergerak kedepan dan mulai berani mengambil keputusan-keputusan.

Pembelajaran berharga lainnya adalah bahwa jalan Tuhan benar-benar misterius, sedetail apapun kita membuat rencana, selalu ada waktu dimana apa yang kita rencanakan belum tentu berjalan dan tiba-tiba hal yang kita tidak rencanakan bisa berjalan.

Keep to have a good heart then you will be afraid of nothing. May Allah SWT bless all of us.

Selamat tahun baru 1433H.

Link ke Peta Moratorium Kehutanan


Sekedar sharing.
Berikut adalah link ke Peta Moratorium Kehutanan / Peta Indikatif Penundaan Izin Baru (PIPIB) berdasarkan SK. 323/Menhut-II/2011 per 17 Juni 2011:

https://www.dropbox.com/s/jrw4u4jnkmzch3c/PIPIBV7_KALIMANTAN_TIMUR.shp.zip?dl=0

Format shapefile, bisa dibuka dengan ArcView atau ArcGIS.

Photography: Flight to Sarmi


Traveling with a small plane was thrilling as well as fun. Like when flight to Sarmi with a small plane. The town is taken 50 minutes by plane is located in the western city of Jayapura.

From the seats we could see clearly the aircraft cockpit.

GPS in the plane showing the location of the flight from Jayapura to Sarmi.

At take off time, we can see the reflected image plane on the mainland.

shadow of my plane

Sentani airport famous wit stunning view of Sentani lake at landing and take off time.

Lake Sentani view
lake view terrace

The view from the plane is very beautiful, we could see the sea on the north and see the land in the south.

islands with white sandy coast
the river and lowland forest

Enjoy the photos

Semua Mentok Di Kabupaten


Baru saja saya melakukan survey mengenai inisiatif terkait dengan REDD+ dan melakukan wawancara dengan beberapa stakeholder terkait di tingkat propinsi. Dengan target kegiatan propinsi sebenarnya ada banyak hal yang ingin di gali mengenai tingkat pengertian, komitmen, dan kesiapan beberapa stakeholder terkait melakukan kegiatan-kegiatan terkait dengan REDD+.
Kesimpulan yang saya dapatkan bahwa inisiatif ditingkat propinsi sudah mulai berjalan, demikian pula dengan beberapa kegiatan sudah mulai dilakukan dengan beberapa hasil yang cukup bagus. Dilakukan di beberapa geomer tertentu yang umumnya adalah kawasan lindung.
Pada implementasi yang lebih detail sampai pada kesimpulan bahwa implementer sebenarnya pada kegiatan ini (sebenarnya pada semua inisiatif pembangunan) adalah KABUPATEN.
Yang menjadi permasalahan misalnya pada sektor kehutanan, terkait dengan kegiatan pengelolaan kawasan hutan yang lestari dan beberapa inisiatif lainnya adalah terputusnya rantai koordinasi antara propinsi dengan kabupaten. Yang terjadi adalah hampir semua inisiatif yang terbangun ditingkat nasional, dan tingkat propinsi kemudian ditingkat kabupaten tidak berjalan karena otonomi.
uppsss….
Dinas terkait di Kabupaten ternyata lebih memilih untuk menjalankan program ataupun kebijakan yang ditetapkan di kabupaten. Dalam hal ini dinas atau lembaga sektoral lainnya akan lebih memilih arahan pak Bupati dibandingkan dengan arahan pembangunan yang sudah dibuat ditingkat nasional maupun tingkat propinsi.