Belum lagi selesai denganSK no 458 Kemenhut kembali mengeluarkan SK terbaru yaitu SK no 782 yang dikeluarkan bulan Desember 2012.
Berikut adalah link untuk SK tersebut.
SK.782_.MENHUT-II_.2012_.PROV_.PAPUA_1
Lampirannya SK berupa peta:
Belum lagi selesai denganSK no 458 Kemenhut kembali mengeluarkan SK terbaru yaitu SK no 782 yang dikeluarkan bulan Desember 2012.
Berikut adalah link untuk SK tersebut.
SK.782_.MENHUT-II_.2012_.PROV_.PAPUA_1
Lampirannya SK berupa peta:
Indonesia merupakan satu negara dengan garis pantai terpanjang. Sebagai kepulauan Indonesia mempunyai panjang garis pantai 95.181 km, dihitung dari 17.480 pulau yang ada di Indonesia AS, Kanada dan Rusia masing-masing menduduki posisi 1 sampai 3.

Kawasan pantai merupakan kawasan yang sangat rentan dari akibat perubahan iklim, dimana kenaikan permukaan air laut akibat melelehnya es karena perubahan iklim akan langsung mengenai wilayah pantai. Kawasan ini juga rentan karena aktifitas manusia cenderung menempati wilayah pantai dengan membuka tutupan vegetasi yang ada di atasnya. Lebih sering kawasan hutan ini.
Dengan posisi Indonesia yang berada di wilayah tropis maka sepanjang pantai itu juga terdapat tanamana-tanaman produksi yang sangat berpotensi yaitu salah satunya tanaman kelapa.

Pada wilayah-wilayah pantai tersebut potensi pengembangan kelapa sangat besar, kelapan-kelapa ini bisa diolah menjadi banyak produk. Salah satu produk yang punya nilai tinggi adalag VCO atau virgin coconut oil.
IFACS membantu Yayasan IPI dalam memberikan pendampingan pembuatan VCO di Sarmi, Yayasan ini bekerja di desa Yamna, Betaf dan Beneraf. Kegiatan ini sebelumnya pernah juga mendapat dukungan dari UNDP. IFACS memberikan grant ke Yayasan IPI untuk membantu masyarakat dalam melakukan kegiatan di 3 desa tersebut dan membantu masyarakat dalam memproduksi sampai pemasaran VCO.

Hasil produksi VCO di 3 kampung ini sangat bagus, masyarakat bisa memproduksi sekitar 10-30 liter perhari.
Dalam rangka aspek perubahan iklim juga dilakukan rehabilitasi tanaman dengan kegiatan penanaman pohon.

The emergence of the planning reforms and ‘the spatial planning approach’ have
been influenced by many factors. There is no simple equation showing how the
factors came together. The perceived marginalisation of the planning system from
wider decision making and outcomes, and particularly its limited influence on
the factors that are shaping spatial development provide the context. The spur
for change comes from awareness of the need for a spatial dimension in the task
of joining-up government in order to achieve critical economic and social
outcomes and avoid the costs of non-coordination. This is strongly supported by
advocacy for a renewed approach to planning in support of sustainable
development. In that context, the European spatial planning discourse and
emerging or renewed concepts of space and place have provided some
inspiration for the direction of change. But all this leaves many questions for
how spatial planning is put into practice.
Detail :
just click this: rolespatialplanning
Dulu sekali saya pernah mendownload buku online untuk perpustakaan kecil di Papua.
Sekarang saya mencoba menshare data tersebut via 4shared.
Kalau berminat bisa cek link berikut untuk download:
http://www.4shared.com/folder/GsCld_UM/Buku_Online.html
http://www.4shared.com/folder/GsCld_UM/Buku_Online.html
Banjir Jakarta Januari ini Sebenarnya menjadi tanda terakhir akan Matinya Penataan Kota di Indonesia.
Klik link berikut untuk PP no 8 tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang:
PP Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang
LAMPIRAN PP Nomor 8 Tahun 2013 tentang Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang
Enjoy
Kejadian bencana akan sangat erat kaitannya dengan bagaimana manusia mengelola ruang didalam aktifitasnya. Pengelolaan ruang yang tidak benar akan menjadi penyebab utama adanya bencana.
Analogikan saja dengan rumah sendiri, jika kita meletakkan kamar mandi lebih tinggi dari kamar, atau tidak membuat saluran pembuangan air yang baik maka bisa saja kamar sewaktu-waktu akan tergenang terkena limpasan air keran yang debitnya tidak akan besar.
Demikian pula dengan kejadian bencana banjir di jakarta, sebagian besar karena penerapan alokasi ruang yang tidak tepat. Adapun dari sisi penataan ruang beberapa hal yang terabaikan dan perlu diperbaiki adalah:
1. Alokasi ruang terbuka hijau dan ruang resap air yang tidak memadai.
2. Sistem drainase yang tidak direncanakan dengan baik.
3. Penataan ruang kawasan tidak memperhitungkan faktor-faktor fisik liongkungan alami dengan detail.
Satu hal yang harus dilakukan adalah revisi Tata Ruang Jakarta baik itu tata ruang wilayah maupun detail tata ruang.
Recently new regulation for SEA implementation published by MOHA.
You could download this on link below:
enjoy
Saya ingin men-share dokumen mengenai Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Papua
Berikut adalah SK-nya
– Klik untuk download: SK Menhut 458
Sebagai lampiran terdapat 33 peta sekala 1:250.000
Link berikut adalah peta tersebut:
–

Format pdf peta bisa di download di halaman berikut:
– 3413
– 3412
– 3411
– 3410
– 3409
– 3408
– 3407
– 3406
– 3314
– 3313
– 3312
– 3311
– 3310
– 3309
– 3308
– 3307
– 3207
– 3208
– 3210
– 3211
– 3212
– 3213
– 3011
– 3012
–3013
– 3014
– 3015
– 3111
– 3112
– 3113
– 3114
– 3115
– 3214